Dalam berbagai aspek administratif dan hukum, masih banyak orang yang tidak jelas tentang peran dari penerjemah tersumpah vs notaris. Banyak yang beranggapan bahwa keduanya memiliki fungsi yang serupa karena sama-sama berhubungan dengan dokumen resmi. Namun, sejatinya, keduanya memiliki kewenangan yang berbeda dan sering digunakan untuk keperluan yang bervariasi.
Memahami perbedaan antara penerjemah tersumpah vs notaris sangat penting bagi mereka yang perlu mengurus dokumen untuk studi di luar negeri, pengajuan visa, pendirian usaha, transaksi bisnis internasional, atau proses legalisasi dokumen. Salah langkah dalam memahami fungsi keduanya bisa mengakibatkan dokumen ditolak atau memperlambat proses administrasi.
Tulisan ini akan mengulas perbedaan antara penerjemah tersumpah vs notaris, kapan masing-masing dibutuhkan, serta situasi di mana kedua profesi tersebut harus digunakan bersama-sama.
6. Struktur Isi Artikel
Apa Itu Penerjemah Tersumpah?
Penerjemah yang telah disumpah adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk menerjemahkan dokumen dan telah mendapatkan pengangkatan resmi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Menurut Permenkumham Nomor 29 Tahun 2016, penerjemah yang disumpah adalah penerjemah yang sudah memiliki sertifikat kompetensi dan telah dilantik secara resmi di depan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. ”
Profesi ini tidak hanya memerlukan kemampuan berbahasa, tetapi juga kehati-hatian dalam mempertahankan arti, terminologi hukum, format dokumen, dan konsistensi informasi. Hasil terjemahan dari penerjemah yang telah disumpah biasanya digunakan untuk dokumen yang membutuhkan pengakuan secara administrasi atau hukum.
Apa Itu Notaris?
Notaris merupakan pejabat publik yang diberi wewenang untuk menyusun akta yang sah serta melaksanakan tugas lainnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Fungsi notaris berkaitan dengan validitas hukum dan pengesahan dokumen tertentu. Notaris tidak melakukan penerjemahan dokumen, melainkan memastikan bahwa suatu kontrak, pernyataan, atau tindakan hukum memiliki kekuatan hukum yang sah menurut peraturan yang ada.
Layanan notaris biasanya digunakan untuk:
- Akta pendirian perusahaan
- Akta jual beli
- Surat kuasa
- Perjanjian kerja sama
- Pernyataan hukum
- Legalisasi tanda tangan
Penerjemah Tersumpah versus Notaris: Apa Bedanya?
Perbedaan mendasar antara penerjemah tersumpah dan notaris terletak pada tugas dan haknya. Penerjemah tersumpah bertanggung jawab untuk menerjemahkan dokumen resmi dari satu bahasa ke bahasa lain tanpa mengubah isi, makna, maupun informasi hukum yang terkandung di dalamnya.
Fokus utamanya adalah pada keakuratan bahasa dan kesesuaian isi dokumen. Sementara itu, notaris bertugas untuk menyusun atau mengesahkan dokumen yang memiliki dampak hukum.
Fokus utamanya adalah pada keabsahan tindakan hukum dan legalitas dokumen dalam peraturan hukum. Dengan kata lain, penerjemah tersumpah berurusan dengan aspek bahasa, sementara notaris berfokus pada aspek hukum.
Kapan Menggunakan Penerjemah Tersumpah?
Penerjemah tersumpah diperlukan saat dokumen resmi harus dipakai dalam bahasa asing.
Contoh penggunaannya antara lain:
- Ijazah untuk pendidikan luar negeri
- Akta kelahiran untuk pengajuan visa
- Akta nikah untuk keperluan imigrasi
- Kontrak bisnis internasional
- Dokumen perusahaan untuk investor luar negeri
- Putusan pengadilan yang digunakan di luar negeri
Dalam situasi ini, dokumen harus diterjemahkan secara resmi agar bisa dipahami dan diterima oleh pihak berwenang di negara yang dituju.
Kapan Menggunakan Notaris?
Notaris diperlukan ketika dokumen memerlukan pengesahan atau validasi hukum.
Contoh penggunaan notaris meliputi:
- Pembuatan akta perusahaan
- Pengesahan kontrak bisnis
- Legalisasi tanda tangan
- Pembuatan surat kuasa
- Pernyataan hukum tertentu
- Akta jual beli serta transaksi hukum lainnya
Dalam kondisi ini, tujuan utamanya bukanlah penerjemahan, melainkan memastikan bahwa dokumen memiliki kekuatan hukum yang sah.
Kapan Penerjemah Tersumpah dan Notaris Digunakan Bersama?
Dalam banyak kasus internasional, penerjemah tersumpah dan notaris sering dipakai secara bersamaan.
Misalnya, sebuah perusahaan dari Indonesia yang akan menjalin kerjasama dengan perusahaan asing mungkin perlu mendapatkan perjanjian kerjasama yang disusun oleh notaris terlebih dahulu. Setelah itu, dokumen tersebut diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah agar dapat dipahami oleh rekan bisnis di negara lain.
Situasi serupa juga kerap terjadi pada:
- Dokumen pendirian perusahaan asing
- Perjanjian investasi
- Dokumen waris internasional
- Surat kuasa lintas negara
- Dokumen hukum untuk pengadilan internasional
Dalam kasus-kasus ini, notaris memberikan legalitas hukum, sedangkan penerjemah tersumpah menjamin dokumen dapat dipahami dan diterima dalam bahasa yang dibutuhkan.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Salah satu kesalahan umum adalah berpikir bahwa notaris dapat menggantikan fungsi penerjemah tersumpah atau sebaliknya. Sebenarnya, kedua profesi ini memiliki kewenangan yang berbeda.
Kesalahan lain adalah menggunakan penerjemah biasa untuk menerjemahkan dokumen hukum tanpa legalitas resmi. Hal ini dapat menyebabkan dokumen ditolak oleh kedutaan, universitas, pengadilan, atau lembaga pemerintah.
Selain itu, banyak pengguna jasa baru menyadari perlunya notaris atau penerjemah tersumpah setelah berjalannya proses administrasi. Ini sering kali menyebabkan keterlambatan karena dokumen harus diproses ulang.
Penutup
Memahami perbedaan antara Penerjemah Tersumpah dan Notaris sangat krusial untuk berbagai urusan administrasi dan hukum. Penerjemah tersumpah memiliki tugas untuk memastikan bahwa dokumen resmi dapat dipahami dalam bahasa lain tanpa mengubah makna dan keasliannya. Di sisi lain, notaris memiliki peran dalam memberikan kekuatan hukum pada dokumen dan tindakan hukum tertentu.
Dalam beberapa situasi, kedua pihak ini perlu digunakan bersamaan agar dokumen dapat diakui secara sah baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dengan mengetahui tugas masing-masing, proses pengelolaan dokumen akan menjadi lebih efisien dan mengurangi hambatan.
Baca Juga: